Rekam Jejak 80 Tahun Utoh Him – Sejarah Perjalanan Indonesia

Jakarta (UNAS) – Adalah Guru Besar Universitas Nasional, yang juga merangkap sebagai Ketua Pembina Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK), Prof. Ir. Ibrahim Abdullah, M.A.,M.I.E di usianya yang menginjak ke – 80 tahun, berhasil mendokumentasikan jejak perjalanan kehidupannya dan menuangkannya kedalam sebuah buku berjudul “Nyak Beurahim Utoh – Perjuangan Panjang: Aneukmit Gampong 80 Tahun Ibrahim Abdullah” dan secara simbolis diluncurkan beberapa waktu lalu oleh Lembaga Penerbitan Unas.Peluncuran perdana buku tersebut, dihadiri oleh sanak keluarga, kerabat dekat,dan dosen Unas. Tidak hanya itu, acara ini juga mengundang Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Unas sekaligus penulis 28 judul buku, Dr. Wahyu Wibowo, MM, dan budayawan, Ir. Nirwan Dewanto sebagai pembahas dalam kegiatan yang diselenggarakan di ruang Seminar Unas, Selasar Blok I Lantai 3 pada Sabtu (19/1).”Membaca sebuah buku, berarti mendorong kita untuk menemukan titik terang dalam buku tersebut. Sama halnya dengan membahas buku ini yang dapat dikatakan kita berbicara tentang sejarah Indonesia,” papar Nirwan mengawali pemaparannya.

Lebih lanjut, pria yang merupakan menantu dari salah satu putri Prof. Ir. Ibrahim Abdullah, M.A.,M.I.E, yakni Nyak Ina Raseuki, Ph.D yang akrab disapa Ubiet itu mengungkapkan bahwa inti buku yang memaparkan rekam jejak Utoh Him selama delapan puluh tahun, adalah puncak karir perjuangan Utoh Him pada Sabang, dimana Sabang berhasil mencapai status tertentu dan mampu berdikari tanpa menyerap uang negara. “Sangat terlihat, gambaran orang dusun yang bertolak ke negara lain guna mempelajari hal – hal baru tentang modernitas dan lalu dibawa kembali untuk perkembangan kampung halamannya,” imbuh Nirwan.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Unas sekaligus penulis 28 judul buku, Dr. Wahyu Wibowo, MM berpendapat bahwa melalui buku otobiografi ini Utoh Him memiliki metode hidup khasnya sendiri yakni dengan adanya ungkapan “perekatan generasi”. “perekatan generasi terlihat mewakili metode hidupnya, apalagi mengingat kiprah Utoh Him di berbagai bidang. Melalui “sambung rasa sambung juang” yang menjadi dialektikanya, sesungguhnya merupakan idoelogi Utoh Him dalam rangka mengisi makna hidupnya, yaitu bekerja keraslah dengan penuh disiplin dan keteraturan,” papar Wahyu.

Namun demikian, bagi Wahyu, terdapat dua hal seputar buku yang menuliskan kisah hidup seorang pria asal Sabang, Aceh yang terlahir pada 7 September 1932 ini, yakni bagaimana pembangunan terhadap Sabang dimana pada saat tersebut merupakan proyek percobaan Indonesia, dan perjuangan Utoh Him untuk membantu mewujudkan hal tersebut.

Prof. Ir. Ibrahim Abdullah, M.A.,M.I.E sendiri merupakan Guru Besar Universitas Nasional, yang juga merangkap sebagai Ketua Pembina Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK), terlahir di Aceh pada 7 September 1932, pria yang akrab disapa Utoh Him (Tukang Insinyur) ini menuliskan dalam karyanya bahwa pada hakekatnya, setiap unsur dalam rentang waktu hidup dan kehidupan seseorang dapat diukur dalam jenis, jumlah serta jadwal tertentu, dan amal ibadah, kesehatan, kekayaan, pendidikan, konsumsi, pekerjaan, olahraga, dan lain sebagainya, harus diusahakan agar senantiasa jenis, jumlah, dan jadwalnya seimbang dan berimbang.

Related Posts

2 thoughts on “Rekam Jejak 80 Tahun Utoh Him – Sejarah Perjalanan Indonesia

  1. Howdy this is somewhat of off topic but I was wondering if blogs use
    WYSIWYG editors or if you have to manually code with HTML.
    I’m starting a blog soon but have no coding experience so
    I wanted to get guidance from someone with experience. Any help would be enormously appreciated!

  2. I read a lot of interesting content here.
    Probably you spend a lot of time writing, i
    know how to save you a lot of time, there is an online tool that creates unique,
    google friendly posts in minutes, just type in google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*